Bandung, 17 Desember 2025 — Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung kembali mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan dan memperluas peluang karier internasional bagi mahasiswa serta alumni melalui penyelenggaraan Kuliah Umum 2025 yang bertajuk “Program Pengembangan Tenaga Kerja Indonesia untuk Bekerja di Jepang”. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Gedung Serba Guna USB YPKP Bandung ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri internasional, khususnya di bidang teknik sipil dan konstruksi.
Kuliah umum ini diselenggarakan oleh USB YPKP bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) USB YPKP dan PT ROY Indonesia. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan fakultas, dosen, mahasiswa, alumni Teknik Sipil, serta perwakilan mitra industri dari Jepang. Sebagai narasumber utama, hadir General Manager Overseas Business Division PT ROY, Muneyuki Yatsuo, bersama dengan Mardian dari Divisi Construction Management PT ROY. Acara ini dipandu oleh moderator A. Andini Radisya Pratiwi, Ph.D.
Kuliah umum ini dirancang untuk membuka wawasan mahasiswa dan alumni mengenai peluang kerja internasional, khususnya di Jepang yang dikenal sebagai negara dengan teknologi maju dan kebutuhan tenaga ahli yang tinggi di sektor konstruksi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi nyata kerja sama antara USB YPKP Bandung dengan mitra industri Jepang, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) dan Implementation Agreement (IA) yang membahas lebih lanjut tentang pengembangan sumber daya manusia dalam bidang teknik sipil dan konstruksi.
Rektor USB YPKP, Dr. H. Didin Saepudin, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para tamu dari Jepang yang telah berkenan hadir untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dengan universitas. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk dapat menjalankan kegiatan strategis ini dengan baik.
Dr. Didin menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin antara USB YPKP dan mitra industri Jepang melalui MoA dan IA bukan hanya sebatas dokumen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk implementasi nyata yang memberi dampak langsung bagi mahasiswa dan alumni. Salah satu bentuk implementasi tersebut adalah penyelenggaraan kuliah umum yang dihadiri oleh praktisi langsung dari Jepang.
“Kerja sama ini tidak hanya sebatas pada penguatan kurikulum, tetapi juga membuka peluang nyata bagi alumni kami untuk bekerja di Jepang. Kami berharap para alumni dapat mengimplementasikan ilmunya tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, khususnya di Jepang,” ujar Dr. Didin.
Sementara itu, perwakilan dari PT ROY Indonesia dalam sambutannya menekankan komitmen perusahaan untuk membangun kerja sama berkelanjutan dengan universitas dalam rangka pembinaan mahasiswa dan alumni. Perwakilan PT ROY menjelaskan bahwa kuliah umum ini adalah langkah awal untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih komprehensif ke depannya.
“Kami sangat senang dapat berkolaborasi dengan USB YPKP dalam rangka membina mahasiswa dan alumni. Hari ini, kami hadir untuk memulai kerja sama ini melalui kuliah umum, dan selanjutnya kami akan merumuskan bentuk-bentuk solusi yang lebih tepat untuk dikembangkan bersama,” jelas perwakilan PT ROY.
Pada sesi pertama kuliah umum, perwakilan PT ROY memaparkan peluang kerja tenaga konstruksi Indonesia di Jepang. Dalam materi ini, disampaikan gambaran mengenai kebutuhan industri konstruksi Jepang, karakter tenaga kerja yang dibutuhkan, serta potensi besar lulusan Indonesia, khususnya dari bidang teknik sipil untuk berkiprah di tingkat internasional. Materi ini juga menekankan pentingnya kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja Jepang sebagai faktor penentu keberhasilan.
Dekan Fakultas Teknik USB YPKP, Assoc. Prof. Slamet Risnanto, S.T., M.Kom., Ph.D. juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang strategis untuk menyiapkan mahasiswa dan alumni agar siap bersaing di tingkat internasional. “Di era globalisasi ini, peluang kerja di luar negeri semakin terbuka lebar. Jepang, dengan standar tinggi di bidang teknik sipil, membutuhkan tenaga kerja dari berbagai negara, termasuk Indonesia,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa dan alumni mengenai kebutuhan industri Jepang serta mempersiapkan mereka agar dapat bersaing di pasar kerja internasional.
Kegiatan kuliah umum ini juga dilengkapi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara USB YPKP dan PT ROY. Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam menjalin kerja sama jangka panjang yang akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan alumni untuk bekerja di Jepang.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan mitra internasional, universitas berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga siap berkontribusi di pasar kerja internasional. Dengan adanya kegiatan ini, USB YPKP optimis dapat membuka lebih banyak peluang karier bagi mahasiswa dan alumni Teknik Sipil untuk berkiprah di Jepang dan negara lainnya, serta berpartisipasi dalam pembangunan global berbasis kompetensi dan profesionalisme.
Biro Humas, Protokoler dan Media
