Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sangga Buana Aktif dalam Program Pengabdian Masyarakat di Toraja Utara dan Toba Samosir

Universitas Sangga Buana (USB) YPKP kembali menunjukkan kontribusi mahasiswanya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui partisipasi Yohannes Pardede, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester 7, pada dua program pengabdian berskala nasional yang dilaksanakan di wilayah Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan.

Kegiatan pertama yang diikuti adalah Program Pengabdian Masyarakat Dimtara yang dilaksanakan pada 15–25 Juli 2025 di Desa Sigapiton, Toba Samosir, Sumatra Utara. Program ini diikuti oleh 38 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Yohannes tergabung dalam Divisi Ekoparling (Ekonomi Pariwisata dan Lingkungan) dan dipercaya sebagai penanggung jawab dua program kerja utama, yakni Clean Up dan Plangisasi.

Program Clean Up difokuskan pada kegiatan pembersihan lingkungan desa sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sementara itu, program Plangisasi dilakukan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi desa yang berfungsi sebagai penunjang identitas wilayah serta pendukung pengembangan potensi desa wisata. Atas peran aktifnya dalam perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan kegiatan lapangan, Yohannes meraih beasiswa pendidikan sebagai Best Volunteer dalam program tersebut.

Selanjutnya, Yohannes kembali terlibat dalam Program Pengabdian Masyarakat Jalantara yang dilaksanakan pada 5–17 Januari 2026 di Desa Lolai, Negeri di Atas Awan, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Program ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kampus di Indonesia, dengan fokus pada penguatan potensi desa berbasis lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.

Dalam kegiatan Jalantara, Yohannes juga tergabung dalam Divisi Ekoparling dan memegang tanggung jawab pada dua program kerja, yaitu Plangisasi dan Polisa (Pupuk Organik dari Limbah Sayur). Program Plangisasi dilakukan melalui pembuatan dan pemasangan plang ucapan selamat datang di Desa Lolai sebagai upaya memperkuat identitas desa wisata. Sementara itu, program Polisa difokuskan pada edukasi serta praktik langsung pengolahan limbah sayur rumah tangga menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan.

Melalui kegiatan Polisa, masyarakat diberikan pendampingan langsung dalam mengelola limbah rumah tangga secara berkelanjutan dan bernilai guna, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam program ini menjadi wujud nyata peran generasi muda dalam mendukung pembangunan desa berbasis lingkungan dan ekonomi berkelanjutan.

Partisipasi Yohannes Pardede dalam dua program pengabdian masyarakat tersebut mencerminkan komitmen mahasiswa USB YPKP dalam mengimplementasikan nilai Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Capaian ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi secara aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.