Penandatanganan MoU USB YPKP dan Kelurahan Padasuka: Dorong Kampung Tematik Berbasis UMKM dan Ekonomi Kreatif

Bandung, 2 Juni 2026– Universitas Sangga Buana (USB) YPKP dan Kelurahan Padasuka resmi melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat USB YPKP ini dihadiri oleh pimpinan universitas serta jajaran Pemerintah Kelurahan Padasuka.

Dalam pertemuan tersebut, Bapak Muhammad Fachla Hudaya Mimbar, S.IP selaku Lurah Padasuka menyampaikan bahwa kondisi wilayah Padasuka saat ini sudah lebih mengarah pada kawasan perkotaan. Berbeda dengan wilayah lain yang masih memiliki potensi besar di sektor pertanian maupun desa wisata, Padasuka dinilai lebih membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, persoalan sampah memang masih menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Saat ini bahkan sedang dijajaki kerja sama dengan pihak ketiga terkait pengelolaan sampah. Namun berdasarkan kondisi yang ada, persoalan tersebut belum menjadi prioritas utama karena penanganannya telah cukup terkoordinasi dengan pihak terkait. Oleh karena itu, fokus pembangunan yang sedang didorong adalah peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM.

Salah satu program yang tengah dijalankan adalah pendampingan legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Banyak pelaku UMKM di wilayah Padasuka yang belum memahami pentingnya legalitas usaha sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Nurhaeni Sikki, S.A.P., M.A.P., selaku Wakil Rektor III Universitas Sangga Buana YPKP, menyampaikan bahwa universitas siap mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pendampingan. Beliau juga berbagi pengalaman keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat yang mampu membantu produk UMKM memperoleh NIB, sertifikasi halal, hingga standar mutu produk sehingga dapat dipasarkan lebih luas. Nama dan jabatan beliau sebagai Wakil Rektor III USB YPKP tercantum pada laman resmi universitas.

Selain pendampingan UMKM, salah satu gagasan yang menjadi fokus pembahasan adalah pembangunan Kampung Ekonomi atau Kampung Tematik berbasis potensi unggulan masyarakat. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan identitas ekonomi yang kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Salah satu potensi yang dinilai dapat dikembangkan adalah peuyeum. Saat ini produksi peuyeum masih dilakukan oleh beberapa pelaku usaha saja. Ke depan, pemerintah kelurahan berharap masyarakat dalam satu kawasan dapat bersama-sama mengembangkan usaha tersebut sehingga terbentuk sentra produksi peuyeum khas Padasuka. Dengan demikian, peuyeum dapat menjadi produk unggulan yang dikenal luas dan menjadi ciri khas wilayah.

Pengembangan kampung tematik juga diyakini dapat membuka ruang bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam pengolahan produk, pemasaran digital, hingga pengembangan usaha kreatif. Kreativitas generasi muda diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Melalui penandatanganan MoU ini, USB YPKP dan Kelurahan Padasuka berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta mewujudkan Kampung Tematik Padasuka sebagai pusat ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi salah satu kawasan unggulan di Kota Bandung.

Biro Humas, Protokoler dan Media

Mayang Permata Dewi