Inovasi Pelantikan Rektor USB YPKP: Alihkan Karangan Bunga Jadi Gerakan Berbagi, Himpun Rp106 Juta Lebih untuk Beasiswa, Penanaman Pohon, hingga Wakaf Produktif

BANDUNG — Ada yang berbeda ketika momentum Pelantikan Rektor yang diadakan pada 11 September 2026 yang lalu. Di bawah kepemimpinan Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., Universitas Sangga Buana (USB) YPKP menghadirkan terobosan baru. Rektor mengambil langkah berbeda dengan mengajak para tamu serta relasi untuk mengalihkan dukungannya ke gerakan penggalangan dana sosial (crowdfunding) berbasis digital sebagai pengganti kiriman bunga. Langkah ini mengubah bentuk kepedulian yang sebelumnya sebatas hiasan menjadi aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan penggalangan dana ini memfokuskan dukungan pada empat program utama: pemulihan lingkungan lewat penanaman pohon, penyediaan manfaat berkelanjutan melalui wakaf produktif, bantuan pendidikan berupa beasiswa, serta pelatihan UMKM untuk mendorong usaha yang lebih ramah lingkungan tanpa sampah sekali pakai. Melalui inisiatif inovatif ini, USB YPKP berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp106.664.196. Rincian perolehan dana dari penggalangan tersebut meliputi Rp36.551.131 untuk beasiswa pendidikan, wakaf produktif sebesar Rp50.000.000, penanaman pohon Rp15.312.729, serta pembinaan UMKM Rp4.800.336.

Saat ini, penyaluran dana telah berjalan secara bertahap kepada para penerima manfaat. Seluruh dana wakaf sebesar Rp50.000.000 disalurkan melalui program SWR007 Wakaf Produktif Pengembangan Benih Padi Unggul. Program ini berfokus memperkuat ketahanan pangan nasional, memberdayakan para petani serta mendukung akses pendidikan bagi anak-anak mereka. Wakaf produktif ini menjadi mesin pembiayaan jangka panjang yang terus berputar untuk sektor sosial dan pendidikan.

Untuk pelestarian lingkungan, dana sebesar Rp15.312.729 digunakan untuk menghijaukan lahan kritis di kawasan utara Kota Bandung. Sebanyak 2.026 bibit pohon berhasil ditanam berkat kolaborasi antara donasi pelantikan, aksi Green Action, dan program di mana PTPN 1 menyumbang 1.000 pohon produktif, sementara 1.026 pohon lainnya berasal dari donasi pelantikan dan Green Action. Di sisi lain, dana beasiswa sebesar Rp36.551.131 diberikan kepada 21 mahasiswa USB YPKP yang membutuhkan agar tetap bisa melanjutkan studi. Sementara untuk alokasi pembinaan UMKM sebesar Rp4.800.336, Kampus menyiapkan pelatihan florist hijau yang dijadwalkan berjalan pada November 2026 bekerja sama dengan Dinas KUK Provinsi Jawa Barat.

Rektor USB YPKP menegaskan bahwa gerakan ini merupakan komitmen nyata kampus untuk memberi dampak yang terus mengalir.

“Kami ingin menegaskan komitmen Universitas Sangga Buana menuju green campus dan sustainable campus. Lewat wakaf produktif ini, kita menanam kebaikan yang pahala dan manfaatnya tidak akan putus,” ungkap Prof. Diana Sari saat diwawancarai oleh insan media setelah acara pelantikan.

Nilai gotong royong, silih asih, silih asah, dan silih asuh terasa kuat dalam pelaksanaan program ini. Wakaf menyediakan pilihan filantropi keagamaan, sedangkan donasi umum membuka partisipasi lintas keyakinan.  USB YPKP bekerja sama dengan Yayasan Odesa Indonesia yang memberdayakan petani untuk memelihara bibit pohon donasi. Yayasan ini mendampingi para petani desa dalam menanam dan merawat bibit pohon produktif, serta rutin memberikan laporan perkembangan tanaman setiap tiga bulan.

Terobosan pelantikan ini secara langsung mendukung sasaran Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari PBB melalui pengurangan sampah karangan bunga, penanaman pohon di lahan kritis disertai edukasi untuk pelestarian lingkungan. Di bidang sosial-ekonomi, bantuan berupa beasiswa serta pelatihan usaha mendukung pendidikan berkualitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Wakaf produktif melalui pengembangan benih padi juga membantu kehidupan para petani.  

Melalui langkah baik ini, USB YPKP tidak hanya memperkuat komitmen akademik, melainkan juga menancapkan fondasi keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai kebaikan produktif.

Divisi Komunikasi Publik USB YPKP