Yogyakarta, 2 Oktober 2026 – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP kembali memperkuat kontribusinya dalam pengembangan riset teknologi informasi dan komunikasi melalui keterlibatan Fakultas Teknik USB YPKP sebagai co-host The 20th International Conference on Telecommunication Systems, Services, and Applications (TSSA 2026). Konferensi internasional tersebut berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di THE 1O1 Yogyakarta Tugu, Yogyakarta.
TSSA merupakan forum ilmiah yang diselenggarakan oleh Telecommunications Engineering Research Group, School of Electrical Engineering and Informatics, Institut Teknologi Bandung (STEI–ITB). Sejak pertama kali digelar pada 2006, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan serta perkembangan riset di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pada penyelenggaraan ke-20 tahun ini, Fakultas Teknik USB YPKP kembali dipercaya menjadi co-host.
TSSA 2026 mencatat 102 paper yang diterima dengan acceptance rate mendekati 53 persen. Para penulis tidak hanya berasal dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Pakistan, Uni Emirat Arab, India, dan Bangladesh. Capaian tersebut memperlihatkan jangkauan TSSA yang semakin luas sebagai forum pertukaran pengetahuan dan kolaborasi riset internasional.
Rangkaian konferensi dibuka oleh General Chair TSSA 2026 Dr. Irma Zakia, S.T., M.Sc. Pada sesi welcome remarks, Prof. Dr. Tutun Juhana, S.T., M.T., Dekan STEI Institut Teknologi Bandung, bersama Rektor USB YPKP Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D. menyampaikan sambutan kepada para peserta. Kegiatan kemudian menghadirkan Eng. Ts. Dr. Md. Rokonuzzaman, SMIEEE, MIET dari Interdisciplinary Research Center for Sustainable Energy Systems (IRC-SES), King Fahd University of Petroleum & Minerals (KFUPM), Arab Saudi, sebagai keynote speaker.
Keterlibatan Fakultas Teknik USB YPKP dalam TSSA 2026 juga terlihat dalam struktur kepanitiaan ilmiah. Kusmadi dari Fakultas Teknik USB YPKP tercatat sebagai salah satu General Chair bersama Irma Zakia dari ITB, sedangkan Ivany Sarief menjadi salah satu Chair pada Technical Program Committee. Sejumlah akademisi Fakultas Teknik USB YPKP lainnya, seperti Suharjanta Wisnu Pitara, Teguh Nurhadi Suharsono, dan Nina Lestari, turut terlibat dalam Technical Program Committee.
Konferensi tahun ini membahas spektrum riset yang semakin luas. Program ilmiah terbagi dalam bidang Artificial Intelligence and Advanced Programming, Wireless and Telematics System, Internet of Things and Networked System, Information System and Software Engineering, serta RF Device and Communication System, dilengkapi dengan sesi poster. Presentasi dilakukan melalui sesi luring dan daring sehingga membuka partisipasi yang lebih luas bagi para peneliti.
Sejumlah dosen dan mahasiswa USB YPKP turut berkontribusi melalui karya ilmiah yang dipresentasikan dalam sesi paralel. Salah satunya adalah penelitian “Batik Kawung-Inspired Antenna with Continuous Tunability from 2.44 GHz to 3.2 GHz for Wearable Health Monitoring” yang melibatkan mahasiswa Teknik Elektro USB YPKP Sandyha Fadilla Salondo bersama Muhammad Syukri Ramadhan, Rudy Gunawan, Nina Lestari, Kusmadi, Ketut Abimanyu Munastha, Hartuti Mistialustina, Akhmad Alfaruq, dan Sugondo Hadiyoso. Paper tersebut dipresentasikan dalam sesi Artificial Intelligence and Advanced Programming.
Kontribusi lainnya mencakup penelitian “Analysis of Security Attack Scenarios in the Implementation of the e-Certificate System” yang melibatkan Teguh Nurhadi Suharsono, Nina Lestari, Peti Savitri, dan R.Ricky Agusiady; serta “Enhancing Digital Cultural Heritage Accessibility Through a Responsive Museum Portal Framework” yang melibatkan sejumlah akademisi USB YPKP. Penelitian mengenai kesiapan teknologi informasi pada koperasi juga menjadi bagian dari sesi Information System and Software Engineering.
Selain sebagai pemakalah, akademisi USB YPKP turut mengambil peran sebagai session chair pada sejumlah sesi ilmiah. Keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi universitas tidak hanya melalui penyelenggaraan konferensi, tetapi juga dalam proses pertukaran dan pengembangan keilmuan yang berlangsung selama TSSA 2026.
Hari pertama konferensi diisi dengan tiga rangkaian sesi paralel yang berlangsung sepanjang hari, baik secara luring maupun daring. Rangkaian TSSA 2026 kemudian berlanjut pada 2 Oktober melalui TSSA Committee Meeting sebagai penutup agenda konferensi.
Keikutsertaan USB YPKP sebagai co-host TSSA secara berkelanjutan menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring riset dan meningkatkan kolaborasi akademik, khususnya antara Fakultas Teknik USB YPKP dan STEI–ITB. Pada TSSA sebelumnya, kedua institusi juga telah berkolaborasi dalam penyelenggaraan konferensi yang mempertemukan peneliti dari berbagai negara.
Melalui TSSA 2026, USB YPKP terus mendorong dosen dan mahasiswa agar terlibat dalam forum ilmiah internasional, menghasilkan penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi, serta membangun kolaborasi lintas institusi dan negara. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya riset sekaligus memperluas kontribusi universitas terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Biro Humas, Protokoler, dan Media
