
Dukung Penanganan Sampah di Kota Bandung, USB YPKP Lepas 465 Mahasiswa KKN Tematik “Sampah Tuntas” 2026
Bandung, 24 Oktober 2026 – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP menyelenggarakan Kick-Off dan Pembekalan KKN Tematik GRADASI LLDIKTI Wilayah IV “Sampah Tuntas” 2026, Sabtu (24/10/2026). Sebanyak 465 mahasiswa dilepas untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari GRADASI (Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi) yang diinisiasi LLDIKTI Wilayah IV. Melalui KKN Tematik “Sampah Tuntas”, perguruan tinggi didorong untuk terlibat langsung dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan pengelolaan sampah melalui edukasi, pendampingan, dan pendekatan sosial yang berkelanjutan.
Rektor USB YPKP, Prof. Diana Sari, S.E., M.Mgt., Ph.D., memberikan pembekalan sekaligus melepas secara resmi 465 mahasiswa yang terbagi ke dalam 22 kelompok. Dalam arahannya, Rektor menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari kemampuan mahasiswa membangun perubahan pola pikir, baik pada diri sendiri maupun masyarakat yang didampingi.
Prof. Diana juga mengingatkan mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan kegiatan di tengah masyarakat. “Jaga nama baik almamater. Turun di kegiatan KKN, di sana kita bukan sebagai pribadi, tetapi sebagai keluarga besar yang harus menjaga nama baik USB YPKP,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa diarahkan menerapkan empat tahapan utama. Pertama, membangun empati dengan memahami kondisi dan persoalan masyarakat melalui interaksi langsung dengan warga maupun pengurus RT dan RW. Kedua, merumuskan masalah secara tepat, termasuk mencari akar penyebab rendahnya kesadaran dalam memilah sampah. Ketiga, menyusun gagasan solusi bersama masyarakat dan mengujinya dalam praktik. Keempat, melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana solusi yang diberikan mampu mendorong perubahan perilaku.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan bahwa mahasiswa KKN tidak ditempatkan sebagai petugas kebersihan. Peran utama mahasiswa adalah membantu membangun kesadaran warga untuk memilah dan mengelola sampah sehingga jumlah sampah yang dibuang ke tempat penampungan dapat berkurang. Perubahan kesadaran masyarakat nantinya akan dipantau secara bertahap melalui indikator perkembangan.
“Kami tidak meminta peserta KKN untuk mengurus sampah karena mahasiswa bukan petugas kebersihan. Tujuan KKN ialah menyadarkan warga untuk memilah sampah, mengurangi penyaluran sampah ke TPS, serta mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah,” ujarnya. Ia berharap perubahan kesadaran tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan yang bertahan setelah program KKN selesai.
Sebagai bentuk dukungan akademik terhadap program GRADASI, Wakil Rektor I USB YPKP Dr. Didin Saepudin, S.E., M.Si. menjelaskan mekanisme konversi mata kuliah bagi mahasiswa peserta KKN Tematik. Konversi hanya diberikan kepada mahasiswa yang terdaftar dan memenuhi persyaratan akademik. Penilaian tidak diberikan secara otomatis, tetapi tetap melalui evaluasi dan pengujian capaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan terhadap pelaksanaan KKN juga disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat melalui tayangan video. Mahasiswa didorong untuk mendampingi masyarakat dalam mengurangi, memanfaatkan, dan mendaur ulang sampah. Kegiatan lapangan sekaligus diharapkan menjadi sarana untuk mengembangkan empat kompetensi penting mahasiswa, yakni critical thinking, creativity, communication, dan collaboration.
PIC kegiatan, Kusmadi, S.T., M.T., menjelaskan bahwa 465 mahasiswa akan menjalankan program di wilayah Cikutra dan Pasir Layung, dengan cakupan 28 RW, 195 RT, dan 8.271 rumah sasaran. Setiap mahasiswa akan mendampingi sekitar 18 rumah tangga. Pada tahap awal, mahasiswa akan melakukan perkenalan, sosialisasi, pendataan kontak warga, serta membangun komunikasi yang memungkinkan proses pendampingan dilakukan secara berkelanjutan.
Pemantauan kegiatan akan dibantu melalui Aplikasi KKNT sehingga perkembangan pengelolaan sampah pada rumah tangga sasaran dapat tercatat dan dipantau secara berkala. Mekanisme ini membuat mahasiswa tidak harus berada di lapangan setiap hari selama satu bulan, tetapi tetap dapat melakukan pendampingan dan pemantauan secara terstruktur.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga berbagi praktik baik yang telah diterapkan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Siti Nurhasanah dari Program Studi S1 Manajemen menceritakan praktik pemisahan sampah kering dan sampah dapur yang kemudian diolah menjadi kompos. Sementara itu, Wulan Purnamasari dari Program Studi S1 Teknik Sipil membagikan pengalaman program “Saung Sampah” di lingkungan perumahannya yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memilah sampah organik dan anorganik serta memberikan nilai ekonomi pada jenis sampah tertentu, termasuk minyak jelantah.
Melalui KKN Tematik GRADASI “Sampah Tuntas” 2026, Universitas Sangga Buana YPKP mendorong mahasiswa untuk menghadirkan kontribusi yang terukur melalui edukasi dan pendampingan masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya membantu memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu, membangun empati, bekerja bersama masyarakat, dan menghasilkan perubahan yang dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Anggi Kurniani Putri – Biro Humas, Protokoler dan Media