USB YPKP Perkuat Jejaring Global di Korea Selatan, Buka Kantor Perwakilan dan Perluas Kerja Sama Akademik

Bandung — Universitas Sangga Buana (USB) YPKP memperkuat langkah internasionalisasi melalui rangkaian kunjungan kerja dan agenda akademik di Korea Selatan pada 7–10 Juli 2026. Bersama Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Wilayah Jawa Barat, rangkaian kegiatan berlangsung di Busan dan Gyeongsan serta mencakup pembukaan kantor perwakilan, penjajakan dan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi Korea Selatan, penyelenggaraan konferensi internasional, hingga penguatan peluang pertukaran, riset, magang, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam rangkaian kerja sama kelembagaan, delegasi Universitas Sangga Buana YPKP melibatkan unsur pimpinan secara terbatas, yakni pimpinan Yayasan Pendidikan Keuangan dan Perbankan (YPKP), jajaran rektorat, dan dekanat. Sementara itu, keterlibatan dosen dan peneliti USB YPKP dalam konferensi internasional merupakan bagian dari agenda akademik yang terpisah dari proses penjajakan dan penandatanganan kerja sama kelembagaan.

Agenda diawali dengan peresmian Kantor Perwakilan Bersama USB YPKP dan ABPPTSI Jawa Barat di Lantai IV Busan Indonesia Center (BIC), Jalan Geumgok-daero, Distrik Buk-gu, Busan, pada 7 Juli 2026. Kantor tersebut disiapkan sebagai pusat koordinasi dan fasilitasi berbagai program internasional, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, double degree, magang internasional, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan kerja sama dengan dunia industri di Korea Selatan. Pembukaan kantor ini juga diberitakan sebagai langkah USB YPKP dan ABPPTSI Jawa Barat untuk memastikan kerja sama internasional bergerak dari dokumen formal menuju program yang dapat dilaksanakan secara nyata.

Pertemuan di BIC turut membuka pembahasan mengenai pengembangan sumber daya manusia global. Di antaranya adalah peluang magang mahasiswa pada industri di Korea Selatan, skema studi lanjut S2 dan S3 dengan konsep Earn as You Learn, serta jalur bagi lulusan pendidikan vokasi untuk memperoleh pengalaman profesional di sektor manufaktur, teknologi, otomotif, maupun logistik. Pertemuan ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Prof. Kim Soo-il selaku pendiri BIC dengan Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Teknik, dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Kim Soo-il juga memperkenalkan peluang melalui Korea-Indonesia University Cooperation Alliance (KIUCA), yang diarahkan untuk membantu pengembangan pertukaran mahasiswa dan dosen, seminar dan penelitian bersama, publikasi ilmiah, magang, pencarian beasiswa, hingga dukungan administrasi bagi pelaksanaan kegiatan akademik di Korea Selatan.

Rangkaian berikutnya adalah penjajakan kerja sama dengan Busan University of Foreign Studies (BUFS). Pembahasan diarahkan pada pengembangan studi bahasa dan komunikasi antarbudaya. Sejumlah program yang dibicarakan meliputi short course dan summer/winter school, pertukaran mahasiswa berbasis transfer kredit, pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di BUFS dan Bahasa Korea di USB YPKP, serta peluang magang budaya dan pengabdian kepada masyarakat internasional. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan IA oleh pihak kerja sama internasional BUFS bersama tiga dekan USB YPKP.

Delegasi pimpinan USB YPKP selanjutnya melakukan penjajakan dengan Dongseo University (DSU). Kerja sama dengan DSU diarahkan pada bidang teknologi digital, konten kreatif, desain, industri gim, serta pengembangan User Experience (UX) dan User Interface (UI). Pembahasan mencakup penyelarasan kurikulum, penyelenggaraan lokakarya dan bootcamp di bidang konten digital, pemodelan 3D, animasi, efek visual dan pengembangan gim, peluang double degree/joint degree, hingga proyek kreatif internasional yang mempertemukan mahasiswa kedua institusi.

Penjajakan dengan Dongseo University juga ditindaklanjuti melalui Implementation Agreement yang melibatkan pihak DSU bersama Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Teknik, serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP. Kesepakatan ini diharapkan membuka ruang pembelajaran yang lebih dekat dengan perkembangan industri digital dan kreatif Korea Selatan.

Salah satu agenda utama lainnya berlangsung di Tongmyong University (TU), Busan, dengan fokus pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), riset terapan, dan pengembangan inovasi berbasis kebutuhan industri. Pembahasan mencakup joint research, proyek inovasi digital berorientasi industri, keterlibatan dosen dalam riset teknologi tingkat lanjut, visiting professor, penelitian pascadoktoral, publikasi bersama, seminar internasional, hingga peluang studi doktoral dengan dukungan supervisi akademik dari profesor di Tongmyong University. Kerja sama tersebut diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara USB YPKP dan Tongmyong University.

Momentum kerja sama dengan Tongmyong University juga beriringan dengan penyelenggaraan International Conference on Innovation in Business, Social Sciences, and Technology & The 3rd International Conference of Business Administration and Communication (INOBIST–3rd ICoBAC) pada 8–9 Juli 2026. Hari pertama konferensi diselenggarakan secara luring di Tongmyong University, Busan, sedangkan hari kedua berlangsung secara daring. Forum ini mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, dan peserta dari berbagai negara untuk membahas isu bisnis, ilmu sosial, komunikasi, teknologi, pendidikan, keberlanjutan, dan berbagai bidang lintas disiplin.

Nuansa budaya Indonesia turut mewarnai pembukaan konferensi. Setelah penerimaan peserta dan pembukaan oleh MC, USB YPKP menampilkan pertunjukan angklung sebagai bagian dari rangkaian pembukaan, disusul pertunjukan budaya Korea dari Tongmyong University. Ketua YPKP sekaligus Ketua ABPPTSI Jawa Barat, Dr. H. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM., kemudian menyampaikan welcoming remarks, sebelum sambutan pembukaan dari Ketua Tongmyong Educational Foundation, Kang Kyung Su.

Konferensi yang mengangkat tema “Innovating for Global Resilience: Integrating Business, Social Sciences, and Technology” tersebut menghadirkan sejumlah pembicara internasional. Pada hari pertama, di antaranya hadir Prof. Ari Warokka, Ph.D. dari Busan International College, Tongmyong University; Prof. Andriyan Bayu S., Ph.D. dari Institut Teknologi Bandung; dan Prof. Dr. Dong-sung Cho, Founder and Chair of WURI Foundation. Hari kedua menghadirkan Dr. John Walsh dari Krirk University, Thailand, serta Prof. Dr. Dieter Bögenhold dari Klagenfurt University, Austria.

Dalam pandangannya, Kang Kyung Su menekankan perlunya pendidikan tinggi semakin dekat dengan persoalan nyata dan kebutuhan industri. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu menghasilkan lulusan yang mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi solusi, inovasi, prototipe, dan model yang dapat diterapkan. Sementara itu, Dr. H. R. Ricky Agusiady menempatkan konferensi sebagai bagian dari langkah USB YPKP untuk memperluas posisi akademiknya setelah meraih Akreditasi Unggul, sekaligus membuka lebih banyak kolaborasi internasional.

Konferensi dilanjutkan dengan sesi presentasi ilmiah paralel yang melibatkan akademisi dari berbagai institusi dan negara. Sejumlah akademisi USB YPKP juga mengambil peran sebagai presenter maupun session chair. Pada penghujung kegiatan luring hari pertama, angklung kembali ditampilkan oleh USB YPKP, kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Best Presentation, Best Paper, serta apresiasi kepada para session chair. Rektor USB YPKP, Dr. H. Didin Saepudin, S.E., M.Si., menyampaikan closing remarks untuk menutup rangkaian hari pertama konferensi.

Partisipasi akademisi USB YPKP juga menghasilkan sejumlah capaian. Dua karya yang melibatkan akademisi USB YPKP masuk dalam Best Paper Awards, yaitu karya Slamet Risnanto bersama tim mengenai tata kelola pengembangan layanan Blockchain-AI E-Government, serta karya Nurhaeni Sikki, Dadi Priadi, dan Tatang Sudrajat mengenai human-centric governance, kepercayaan organisasi, dan kesejahteraan pegawai dalam lingkungan kerja digital. Pada kategori Best Presenters, Erna Garnia dan Daniel Paulus Evert memperoleh penghargaan untuk sesi luring, sedangkan Leonardus Haryo Rihastanto dan Evi Suhartini memperoleh penghargaan pada sesi daring.

Hari kedua konferensi dilanjutkan secara virtual. Pembukaan disampaikan oleh Dr. Hersusetiyati, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP, kemudian dilanjutkan dengan keynote, presentasi akademik paralel, serta pemberian penghargaan. Rektor USB YPKP berharap diskusi dalam konferensi tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi ditindaklanjuti menjadi publikasi ilmiah, proposal penelitian bersama, serta pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap perubahan global.

Selain konferensi, dokumen pascakegiatan juga mencatat rangkaian program mobilitas internasional yang mencakup community service, industrial visit, dan cultural immersion. Kunjungan industri tersebut merupakan bagian dari agenda yang menyertai kerja sama dan kegiatan di Tongmyong University.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Daeshin University di Gyeongsan, wilayah metropolitan Daegu, pada 10 Juli 2026. Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU antara USB YPKP dan Daeshin University, dilanjutkan pertemuan bilateral dengan jajaran pimpinan universitas. Ketua YPKP dan Ketua ABPPTSI Jawa Barat, Dr. H. R. Ricky Agusiady, juga menerima pengukuhan dalam posisi akademik kehormatan sebagai Chair Professor atau Profesor Kehormatan di Daeshin University.

Pembahasan dengan Daeshin University diarahkan pada pertukaran mahasiswa untuk jenjang S1 hingga pascasarjana dengan skema transfer kredit, pertukaran dosen, team teaching, riset bersama, serta penyusunan program double degree. Pihak Daeshin University juga menyatakan kesiapan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif bagi mahasiswa Indonesia, termasuk pembahasan penyediaan ruang ibadah serta pilihan makanan halal atau ramah Muslim bagi mahasiswa yang menjalani program akademik di kampus tersebut.

Seluruh rangkaian di Korea Selatan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana tindak lanjut. USB YPKP menyiapkan aktivasi kantor perwakilan di Busan sebagai pusat layanan program internasional, penyusunan SOP magang global dan mekanisme konversi mata kuliah, serta pembentukan gugus tugas berdasarkan bidang kerja sama. Klaster yang dirancang mencakup bahasa dan komunikasi bersama BUFS, teknologi digital dan multimedia kreatif bersama Dongseo University, sains terapan dan AI bersama Tongmyong University, serta program multijenjang dan vokasi bersama Daeshin University.

Rencana tersebut juga mencakup persiapan skema Earn as You Learn, pembekalan bahasa dan budaya Korea sebelum keberangkatan, serta penguatan kesiapan akademik dan profesional bagi calon peserta program. Melalui Kantor Perwakilan di Busan, USB YPKP dan ABPPTSI Jawa Barat diharapkan memiliki titik koordinasi yang lebih jelas untuk memastikan peluang pertukaran, magang, penelitian, studi lanjut, dan kerja sama industri dapat ditindaklanjuti secara terukur. Keberadaan kantor tersebut juga diposisikan sebagai pusat fasilitasi agar kerja sama dengan mitra Korea Selatan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.

Melalui rangkaian kegiatan ini, USB YPKP memperluas kerja sama internasional pada bidang yang langsung berkaitan dengan pendidikan, riset, teknologi, pengembangan kompetensi, dan kesiapan lulusan menghadapi lingkungan global. Kerja sama dengan BIC, BUFS, Dongseo University, Tongmyong University, dan Daeshin University menjadi fondasi bagi implementasi program internasional yang selanjutnya membutuhkan tindak lanjut di tingkat universitas dan fakultas agar menghasilkan manfaat konkret bagi institusi, dosen, mahasiswa, dan lulusan.

Biro Humas, Protokoler, dan Media Universitas Sangga Buana YPKP